Terima Kasih, ma!

by - Agustus 04, 2014

Dua puluh lima bulan tujuh
Setelah hampir dua bulan hati berjuang pada sebuah penantian
Akhirnya terlewat jua
Tiga puluh sembilan jam perjalanan menuju kepulangan sama sekali tak sebanding dengan sambut bahagia rumahku
Bersua dengan mereka yang sangat aku cinta
Mereka ibu dan ayahku
Pun bersua dengan laki-laki yang selalu mengantar pejam saya kepada mimpi mimpi indah
Setelah libur mudikku usai
Semua terlewat seperti hanya satu detik saja
Seperti malam terakhir sebelum aku kembali ke ibu kota
Kau peluk aku erat ketika aku terlelap nyenyak
Seolah aku tak boleh pergi
Aku akan kembali dan menemani setiap apa-apa yang kau lakukan
Mengamini setiap doa dan dzikir tepat disamping shafmu
Mungkin berawal dari sini aku membahagiakan
Meski jarak tetap jadi lawan paling tangguh
Percayalah aku akan kembali membawa sejuta kebahagiaan untuk masa tua-mu dan masa depan-ku
Terima kasih telah menjadi malaikat terhebat
Aku sangat menyayangimu, mama.


Dari anak bungsumu, yang selalu manja meski sudah hampir 18 tahun.
Love you



You May Also Like

1 komentar