Apache Camp

by - Maret 23, 2017

Salah satu resolusi 2017 saya adalah semakin banyak jalan-jalan ke alam. Karena tahun kemaren kalau jalan sering ke Mall dan cafe dan saya tau itu membuat jumlah pengeluaran membengkak. Destinasi selanjutnya setelah Taman Kelinci adalah Apache Camp Coban Talun. Ini dadakan banget planningnya serius, seharian kemaren Alif ada acara keluarga jadi kita belum bisa ketemu. Akhirnya pas malem telp tiba tiba ada ide buat ke Apache Camp. Karena dulu udah mau kesini tapi gak jadi.

20 Maret 2017 - APACHE CAMP.
Kampung Indian Apache Champ atau yang biasa disebut Apache Camp ini terteletak di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu- Jawa Timur. Akses menuju Apache Camp ini cukup mudah karena lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Serunya adalah beberapa kilometer sebelum sampai lokasi, kita akan melewati jalanan yang berkelok-kelok dan naik-turun. Untuk rutenya sendiri, ada dua jalur yang bisa kita lalui: melalui Jl. Bukit Berbunga dengan jarak tempuh sekitar 9,6 km atau memakan waktu perjalanan sekitar 22 menit dan melalui Jl. Indragiri dengan jarak tempuh 12,3 km atau memakan waktu perjalanan sekitar 32 menit. Apache Champ ini satu lokasi dengan Coban Talun. 
Apache Camp adalah sebuah destinasi wisata/penginapan yang menyerupai rumah-rumah suku Indian yang berbentuk kerucut dan berukuran 4m x 4m. Untuk tiket masuknya kita harus membayar Rp. 10.000 per orang dan biaya parkirnya Rp. 3.000 untuk sepeda motor dan Rp. 5.000 untuk mobil.



Setelah mendapat tiket masuk kawasan Coban Talun, kita harus berjalan kaki sebentar untuk menuju Apache Camp. Udaranya sejuk banget. Sedihnya adalah ketika saya sampai sini hujan lumayan deres. Yauda saya & Alif, pacar saya. Tjiee lari cepet-cepet ke Apache. Niat awalnya mau liat liat rumah Indiannya sekaligus foto-foto dulu tapi berhubung hujan yaudah kita berteduh di cafenya sambil nyemil cantik. Untuk biaya masuk ke Apache Camp kita harus bayar lagi Rp. 5.000 per orang. Fyi, yang jaga di loket masuk orangnya "Apache" banget. Pria berambut panjang yang gak banyak ngomong sekali ngomong nyeremin, wkwk. 
Setelah nunggu kurang lebih 1,5 jam sambil cemal cemil akhirnya hujan reda. Akhirnya kita bisa keliling ke rumah Indian ala suku Apache sekalian foto-foto. Untuk mendukung nuansa suku Apachenya cafe tersebut menyewakan benda penunjang foto ala suku Apache kayak pakaian, topi kepala suku Apache, dll. Biaya sewa pakaian Rp. 20.000, topi kepala suku Apache Rp. 10.000, dan aksesoris lainnya Rp. 5.000. 


ini daftar menunya

kopi susu - mie telor - jahe hangat - roti bakar

serius banget sayang?

Baru foto-foto sebentar udah hujan lagi. Entah kenapa selalu aja timingnya gak pas. Padahal masih jam 11. Yauda akhirnya kita berteduh di cafe lagi sambil nunggu hujannya reda. 




ngapain sayang? wkwk




Setalah nunggu hampir 1 jam lagi kita nekat buat ke spot selanjutnya, Pagupon Camp. Untuk tiket masuk ke Pagupon Camp kita harus bayar Rp. 5000 per orang. Sebenernya Alif gamau kesini karena kondisinya masih gerimis percuma juga gabisa buat foto-foto. Tapi akunya maksa, akhirnya nyesel deh. Kerudung basah jadi gak mood foto. Wkwk dasar wanita. Tapi gapapa ya sayang anything for me ya? Kita di Pagupon Camp cuma 10 menit, mencoba foto yang lumayan bagus tapi fail terus karena udah gak mood kerudung basah ditambah gerimis. Wkwk.


            




keliatan kan gerimisnya? kerudungku :(

gak jelas ya? yauda biarin pokok aku sayang kamu. ehee


Sekian perjalanan saya dan Alif di Apache Camp. Habis ini kita kemana lagi ya sayang?


You May Also Like

2 komentar