Deva


Terhitung sejak 15 Februari 2013 hingga hari ini, aku dan Alif Kurniady Ramadhan (yang dulu pacarku kini berubah menjadi tunanganku ciee) sudah menjalin hubungan selama 6 tahun lebih. Bukan waktu yang sebentar karena banyak dibercandain “nyicil motor udah lunas tuh wkwk”. Untungnya aku dan Mas Alif selow dan gak menjadikan kata-kata itu sebuah beban, ada sih sempet mikir tapi yauda cuma lewat habis gitu lupa. Memang banyak orang bilang gak baik pacaran lama lama blablabla tapi menurutku kan kita yang menjalani dan kita udah punya planning untuk bagaimana kedepannya nanti. Dijamin pasti serius karena kalo gak serius gak bakal sampe sejauh ini, kalo gak serius gak bakal sampe tunangan 😝

Banyak dari kalian yang tanya “pacaran 6 tahun udah putus berapa kali?” Jawabannya adalah Alhamdulillah gak pernah putus sama sekali, belum pernah dan jangan sampe! Pasti banyak dari kalian yang gak percaya tapi emang itu faktanya. Bukannya menggurui tapi kalo boleh aku sharing dari pengalaman aku dan Mas Alif kunci sebuah hubungan udah bukan lagi jujur dan saling percaya tapi semakin lama kita menjalin hubungan kuncinya adalah TOLERANSI! Semakin lama kalian menjalani hubungan pasti semakin banyak rintangannya, up and down-nya, semakin mengenal karakter satu sama lain yang mungkin diawal-awal kalian menjalani hubungan itu semua belum kelihatan. Dari toleransi kita lebih bisa memaklumi satu sama lain, memperkecil potensi berantem-berantem hal yang gak penting. Semua ini bisa terjadi karena proses yang panjang. Asal keduanya sama-sama mau berkomitmen dari awal untuk gak cepet menyerah kalo ada masalah.

Banyak juga yang ngira Deva sama Alif nih adem ayem aja yaa hubungannya mulus kayak jalan tol, Alhamdulillah kalo dimata kalian terlihat seperti itu dan kenyataannya emang adem ayem aja meskipun juga ada berantemnya, sering ngga sependapat juga, semua hubungan pasti ada kerikilnya lah ibarat 2 individu yang baru kenal dan sama sekali gaada hubungan darah pasti banyak perbedaannya. Banyak yang berubah dari aku dan Mas Alif dalam menjalani hubungan ini, dan aku selalu menghargai sebuah proses dari yang awal-awal sering memperdebatkan hal-hal gak penting sampe sekarang Alhamdulillah jaraang banget tengkar sampe tengkar aja harus “dibuat-buat” sama Mas Alif wkwk. 

Kadang ada juga yang tanya, pernah ngerasa bosen dan jenuh gak sih Dev selama ngejalanin hubungan sama Alif? Aku bingung nih jawabnya, kalo dibilang gak pernah ngerasa bosen dan jenuh kok ya gak mungkin tapi dibilang bosen dan jenuh juga engga. Aku gatau tapi Mas Alif ini anak ajaib wkwk, ada ajaa yang dia lakuin yang bikin aku senyum-senyum yang bikin makin sayang (cielaah) yang bikin jatuh cinta setiap hari gitu ceunah. Meskipun kadang kalau Mas Alif lagi nyebelin ya kesseeell pengen marah tapi anehnya kita tuh gabisa marahan lama lama. Gak pernah marahan lebih dari 24 jam! Gak baik juga sih masalah dibiarkan berlarut :)

Sama-sama meredam ego memang terdengar klise tapi hukumnya wajib, karena semakin lama menjalani hubungan semakin lebih banyak tahu karakter satu sama lain dan semakin tahu bagaimana mengatasi masalah agar tidak berlarut-larut. Eh kelupaan ini juga gak kalah penting, Jangan gengsi untuk minta maaf! Kalau salah ya akuin dan perbaiki.

Hal yang gak kalah penting dari menjaga sebuah hubungan adalah sama-sama saling support hobi masing-masing, memberikan "me time" untuk pasangan, sharing hal-hal positif, dan belajar untuk sama sama jadi orang yang lebih baik.

Menjaga sebuah hubungan itu tricky, dan gak bisa disama ratakan antara hubungan pasangan kita dan yang lain. Cara mengatasi masalahnya berbeda, dan cara untuk jatuh cinta setiap hari lagi dan lagi pun berbeda.

Tapi sampai detik ini, aku bersyukur karena Mas Alif selalu punya cara untuk membuat hubungan ini jadi kayak pelangi, yang selalu jadi my 24hours walking diary, tempat aku cerita banyak hal, tempat aku menceritakan semua mimpi-mimpiku yang semoga bisa sama sama kita wujudkan. Banyak hal dari Mas Alif yang membuat aku belajar, jadi lebih baik pastinya.

Thankyou Mas Alif, I fell in love with you because of the million things you never knew you were doing♥
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments











Our Engagement Day
14 October 2018
Deva Oktavianingtyas & Alif Kurniady Ramadhan
I want to grow old with you and love you for the rest of my life,
Bismillah InsyaAllah.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Jadi engagement signs ini adalah special engagement gift dari VICE. VICE adalah nama geng untuk aku dan sahabat-sahabatku yang sudah bersahabat sejak SMP hingga kini dan selamanya wkwk. 
Ini VICE kesayangan aku!
 Dibela-belain kembaran baju juga, cari bajunya sampe keliling se Malang raya dari ujung sampe ujung. Gimana aku gak makin cinta sama kalian?
Setelah tanggal 1 Oktober kemaren aku dapet suprise dan kado ulangtahun dari mereka, tiba tiba mereka nanya "best, mau kado apa pas engagement?". Aku terharu karena mereka unik, mau ngasi kado tapi males mikir wkwk. Nah kebetulan beberapa waktu yang lalu aku minta tolong Iluk untuk bikin desain engagement signs dan singkat cerita setelah mereka memberi beberapa pilihan untuk kado engagement aku pilih engagement signs ini, karena emang butuh :p
Maafkan aku yang gatau diri ya best, minta engagement signs tapi basic desainnya aku request, kata-katanya aku yang pilih, backgroundnya marble tapi marblenya gak terlalu strong, fontnya latin, dan nuansa desainnya kombinasi putih dan semi-semi gold. Kenapa gak minta desain engagement signs yang banyak bertebaran di pinterest? Karena aku gamau sama kayak yang laiiin wkwk. Dan kalian mewujudkannya {}
Apik kan desainnya? Ini yang desain sahabat aku, bisa dikepoin instagramnya @dovikado! Jago banget desain udah gausa ditanya lagi, berkali kali ikut lomba desain di Instagram pasti menang. Yang lagi butuh desain apapun bisa email aku, nanti kukasi contact sahabatku yang super duper jago desain ini:))

Thank you for the lovely engagement gift, best! Love from Deva & Alif.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Bismillahirrahmanirrahim, baru berani posting ini karena acara engagement day sudah berjalan dengan lancar :)

Jadi, tanggal 31 Juli 2018 kemaren Alif datang kerumah dan menemui orangtuaku dan bilang kalau tanggal 5 Agustus 2018 Alif dan keluarganya mau datang kerumah untuk silaturahmi. Singkat cerita saat itu Alif beserta keluarga datang kerumah untuk "nakokno" dan "njaluk". Bisa dibrowsing sendiri karena susah dijelaskan pake bahasa Indonesia wkwk. Alhamdulillah 5 Agustus 2018 berjalan dengan lancar.

Dan setelah aku cerita ke sahabat-sahabatku ucapan "selamat ya dev udah tunangan" pun berdatangan. Mendadak aku bingung, ini namanya tunangan kah? Soalnya setauku tunangan = tukar cincin = lamaran dan ternyata setelah aku browsing ada beberapa sumber yang menyatakan kalau tunangan adalah ketika pasangan kamu berinisiatif datang kerumah menemui orangtuamu dan meminta kamu untuk menjadi pasangan hidupnya. Kalau lamaran adalah langkah yang lebih serius untuk mengikat sebuah hubungan karena hubungan kalian sudah mendapat restu dari orang tua kedua belah pihak. Jadi bisa disimpulkan sendiri ya, tapi kalau aku menganggap kalau yang tgl 5 Agustus itu silaturahmi perkenalan keluarga gitu sambil membicarakan langkah yang lebih serius yaitu lamaran.

Akhirnya kedua belah pihak keluarga kami sepakat untuk mengadakan acara lamaran tahun ini, dan Alif mengusulkan untuk acaranya diadakan dibulan Oktober sekalian ngerayain ulangtahun saya. Kok pinter banget ya jadi ngasih kadonya gak dobel wkwk. Setelah musyawarah menentukan tanggal kita berdua memutuskan untuk acara lamarannya tanggal 14 Oktober 2018 dan kedua orangtua kami menyetujui. 
Cuma ada waktu 2 bulan untuk mempersiapkan acara lamaran ini ditambah waktu itu mendekati ujian semester jadi fokus belajarnya terbagi (gak fokus belajar sama sekali malah lebih fokus mikir acara lamaran wkwk jangan ditiru). Belum lagi aku di Malang Alif di Pasuruan, Alif libur Sabtu Minggu sementara aku Sabtu masih kerja sampai jam 4 sore. Sengaja gak cerita ke siapa-siapa dari jauh jauh hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan biar kayak suprise aja gitu ehee. Sebenernya ngga cukup banyak yang dipersiapkan untuk acara lamaran tapi kok ngerasa banyak banget yang harus diurusin. Mulai dari beli seserahan, pesen tenda dan perintilannya, dekorasi, catering, photographer, MUA, bikin baju sarimbit, dll. Alhamdulillah semuanya lancar sesuai keinginan dan penuh drama wkwk .

Gak ribet kok cuma akunya aja yang apa apa harus well prepare dan harus dipikirin matang-matang sedetail mungkin. Awalnya juga gak kebayang bakal se-hectic ini tapi tiba-tiba muncul keinginan kalau acara lamaran ini harus a b c yang sebisa mungkin aku wujudkan. Karena aku bukan mbak gitasav yang menganggap sebuah lamaran atau engagement day bukan sesuatu yang penting.

Hal - hal yang harus dipersiapkan untuk Engagement Day versi aku :

  • Tempat / Venue
Untuk tempat acara lamaran pasti diadakan dirumah pihak wanita, untuk mempersiapkan tempat ini kita harus tau berapa banyak tamu undangan yang datang. Singkat cerita, setelah mengetahui jumlah undangan dari pihak keluargaku dan Alif tidak memungkinkan kalau acaranya diadakan didalam rumah karena tidak cukup. Akhirnya aku menyewa terop, kursi, dan perintilan lainnya. Oh iya jangan lupa sewa sound juga yaa karena acaranya indoor pasti butuh untuk mendukung kelangsungan acara.

  • Dekorasi 
Kalau untuk acara didalam rumah ngga perlu terlalu ribet memikirkan dekorasi, pake paperflower/backdrop kain berjuntai dan dihias-hias juga udah beres ehehe (eh tapi ya gak segampang itu juga deng). Tapi karena ini acaranya indoor jadi mau gamau harus ada dekorasi yang "layak" untuk dilihat, gaboleh ngasal gitu. Untuk dekorasi aku percayakan semua sama Pak Agus, Pak Agus ini dulu juga yang bantu handle pernikahannya Mbak Devi kakakku. Jadi aku udah punya konsep awal yang nanti tinggal dibicarain dengan Pak Agus dan beliau memberikan masukkan sebaiknya begini lebih bagus begini blablabla. Awalnya mau pakai jasa rustic decor yang bertebaran di Instagram itu tapi udah lumayan pasaran dan banyak dipake jadi aku mau beda sama yang lain :p Kalau ada yang minta contactnya Pak Agus boleh email ke aku siapa tau membutuhkan wkwk.

  • Makanan & Angsul-angsul untuk keluarga pria
Setelah mengetahui perkiraan tamu undangan yang akan datang kita bisa mulai memesan makanan dan suguhan yang lainnya. Opsional aja sih, masak sendiri boleh tapi kalau aku biar ngga ribet semuanya catering mulai dari makanan sampai jajan-jajan suguhannya. Ngga lupa juga angsul-angsul untuk keluarga pria ini harus dipikirkan, lagi-lagi semuanya aku pesen ditoko kue karena lebih praktis dan sangat menghemat tenaga.

  • Foto
Ini penting banget sumpah! Salah satu acara penting dalam sejarah perjalan hidup ini (wkwk) sayang kalo gak diabadikan dengan baik. Pilihannya ada 2 mau sewa photographer atau minta tolong teman/saudara buat bantu fotoin. Kalau aku lebih cenderung sewa photographer karena aku ingin teman-teman dan saudaraku menikmati acaranya bukan ribet sendiri karena dimintain tolong untuk ngefotoin, dan kalo sewa photographer hasilnya pasti jauh lebih profesional juga sih.

  • Seserahan
Untuk poin seserahan ini sebenarnya beda-beda tergantung kesepakatan kedua belah pihak keluarga, ada yang seserahannya nanti pas menikah ada yang pas lamaran. Kalau di aku seserahan diberikan saat lamaran, jadi waktu 2 bulan itu dipake buat mempersiapkan semuanya termasuk seserahan. Untuk adat jawa seserahan harus ganjil yaa! Dan dalam hal seserahan ini Alif jauuuh lebih perfeksionis dibanding aku. Alif benar-benar memastikan semuanya bagus dan sesuai keinginan aku. Udah sampe gempor ini kaki muterin mall dari pagi sampai malem but I'm soooo happppppyyyyy! 

  • Cincin
Sebenernya poin paling penting dalam acara lamaran adalah cincin sebagai simbolis bahwa sudah ada ikatan. Waktu itu aku mikirnya kalau kita harus beli 2 cincin karena tunangan / lamaran = tukar cincin eh ternyata engga. Kalau dari pihak keluarganya Alif mengikat secara simbolisnya dengan memberikan cincin, kalung, dan gelang. Cincin ini juga beragam jenisnya, mau pakai emas asli, emas putih, paladium bebas sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

  • MC dan susunan acara.
Kebetulan Pak Agus ini merangkap sebagai yang ngurusin dekorasi dan MC. Untuk susunan acaranya hampir sama kayak acara-acara lamaran biasanya. Tinggal bagaimana aku dan MC mengkomunikasikannya. Termasuk lagu Marry Your Daughter yang harus diputar saat prosesi pemasangan cincin juga harus dikomunikasikan wkwk. Jangan dihujat yaa kalo aku ini permintaannya aneh-aneh :p

  • MUA
Yang paling banyak drama dan menguras pikiran adalah MUA wkwk. Kalau jago dandan sendiri boleh banget untuk menghemat biaya. MUA ini adalah hal pertama yang ada dipikiranku waktu mempersiapkan acara lamaran wkwk plis jangan dihujat lagi. Tapi bagiku ini penting, aku gak jago dandan dan gak mungkin untuk acara lamaran ini aku dandan sendiri nanti yang ada cuma pake sunscreen sama lipcream doang. Udah nemu nih MUAnya yang semuanya aku nemu di Instagram. MUA 1 ini MUA bagus dan flawless gitu dan jam terbangnya udah lumayan tinggi, aku contact orangnya dan ternyata orangnya bisa dateng kerumah kalau yang didandanin minimal 3 orang, yakali siapa lagi yang mau dandan selain aku, mau gamau aku harus datang kesana dan rumahnya lumayan jauh dari rumahku lokasi rumahnya juga rawan macet jadi pasti makan waktu dan aku harus riwa-riwi takutnyaaa sampe rumah udah keringetan dan capek dijalan akhirnya cari opsi MUA lain. MUA ke 2, hasilnya juga gak kalah bagus akhirnya aku contact orangnya dan si MUA 2 bilang gini "mbak Devanya bisa dateng kerumah aja ngga? soalnya saya lagi hamil besar" otomatis aku nanya dong hpl-nya kapan mbak? dia jawab "akhir Oktober" alamatnya deket sih dari rumahku dan aku gak masalah kalo harus dateng kesana tapiiii terpaksa cancel karena gak lucu kan tiba tiba pas dandanin aku orangnya kontraksi mau lahiran. Akhirnya menemukan MUA ke 3 ini yang ternyata dia dulu pernah beli barang di aku, ya Allah dunia ini sempit. MUA ke 3 ini mau dateng kerumah jadi aku gausa riwa-riwi. Mungkin Allah mentakdirkan aku dimakeupin sama mbak @fafa.hq cari aja di Instagram yaa. Makeupnya bagus, gak dempul sama sekali dan banyak yang bilang "manglingi". Pokoknya lovelove banget sama mbak fafa, orangnya ramah banget. Dan gara-gara keasikan ngobrol sama mbaknya aku pengen jadi MUA juga (dasar gatau diri bikin alis sendiri aja gabisa kok mau jadi MUA wkwk).

  • Baju Sarimbit
Percayalah, bikin baju sarimbit memang sebaiknya tidak dilakukan karena buang-buang duit wkwk. Tapi ya mohon dimaklumi karena aku kids jaman now yang pengen acara lamarannya pake baju sarimbit ala-ala instagram biar unyu pas difoto gitu. Plis jangan dihujat untuk kesekian kalinya ya netizen wkwk.

Aku pribadi sangat menikmati masa-masa persiapan engagement day ini, seru banget, bahkan udah hampir mendekati hari H engagement ngerasain deg-degan yang sampe gabisa tidur wkwk kerja udah gak fokus karena mikir ntar gimana ya kurang apa ya blablabla. Ah, menyenangkan sekaliii! Finally one of happiest day in my life Alhamdulillah berjalan dengan lancar.

Sekian dari aku, semoga membantu dan bermanfaat untuk siapapun yang mau mempersiapkan engagement day ya!

Eits, dilarang tanya kapan nikahnya, minta doanya aja oke? Loveyou!











Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
 Aku dan kamu datang kembali, di Stasiun Gubeng.
Masih lekat dalam ingatku kala Jumat ba’da isya kita selalu berada di gerbong kereta yang sama, iya bersebelahan. Aku yang selalu memarahimu agar tidak terlambat datang ke kost-ku supaya kita bisa lebih lama bersama. Tak apa kan? Bukannya sedikit lebih lama juga selalu terasa sebentar? Jadwal kereta yang tak selalu tepat waktu juga tak membuatku lelah menunggu, namun itu ketika aku bersama kamu.
1 jam 2 jam terasa begitu cepat ketika ngalor ngidul kita membicarakan banyak hal, suara sirine kereta yang terdengar jelas di kupingku pertanda kereta kami segera datang, lampu kereta yang terlihat mencolok pertanda kereta semakin dekat.
Aku selalu meminta duduk dekat jendela, biar aku bisa bersandar ah tapi bukankah bersandar dibahumu jauh lebih nyaman? Aku juga masih ingat saat kita tidak dapat tempat duduk, sudah untunglah kita ditampung kereta sampai Surabaya. Aku yang selalu kau jaga di keramaian gerbong pintu kereta, yang selalu kau lindungi dari orang-orang yang berdesak berebut masuk. Waktu itu aku dapat tumpangan duduk sepripit, ya bersyukur ada rombongan ibu-ibu yang menyisikan sedikit jatah duduknya untuk aku. Kamu berdiri disampingku tepat dibawah AC, kamu pura-pura tak kedinginan kamu selalu bilang tak apa tapi tanganmu menggigil. Terekam sangat jelas di memori ingatan kala ibu-ibu bertanya, “Mas, ini adeknya? kok wajahnya mirip, warna bajunya sama pula?” disaut ibu yang lain “mereka bukan kakak adek, mungkin mereka jodoh” saya cukup berbalas senyum dan meng-amini dalam hati hahaha. Kamu mah gitu kalo lagi pake jaket jaketnya mesti dipinjemin ke aku, kamu selalu takut aku kedinginan dan jatuh sakit. Oh ada lagi pasti kamu ingat waktu bapak penjual tahu petis lewat tapi aku gak dibolehin beli sama kamu soalnya aku lagi batuk? Iya, sampe kita berapa kali naik kereta lagi pak tahunya uda gaada.
Didalam kereta ekonomi AC yang selalu menyimpan cerita aku ucapkan terima kasih. 
Aku bisa apa waktu aku tau sejak 1 Desember jadwal kereta diobrak abrik pak kepala perkereta-api-an karena adanya kereta anyar, menyebalkan! Itu membuat aku dan kamu tak bisa pulang bersama, kamu jelas tau alasannya.
Bagaimana dadaku tidak terisak sesak ketika kamu mengantarku ke stasiun, ketika keretaku berangkat dan kamu harus menunggu untuk beberapa juta detik. Menunggu sendirian di keramain Stasiun Gubeng. Maaf aku hanya menemanimu melalui pesan singkat. Aku selalu menyuruhmu menunggu di mushola untuk sekedar rebahan menunggu jadwal keretamu datang. Hanya itu, aku duduk sendiri di kereta dan kamu lontang lantung di Stasiun Gubeng sambil sibuk dengan pesan singkat.
Mungkin air mataku tak jatuh ketika aku harus meninggalkanmu dan masuk gerbong keretaku, tapi hatiku? Hatimu? Biarkan hati kita diam dan menyimpan sesak.
Bukankah cinta selalu menyimpan rindu? Bukankah cinta selalu menanti pertemuan?
Kepada laki-laki yang setiap malam selalu memainkan petikan gitar untuk-ku, laki-laki yang selalu tak ingin pulang ketika sudah bertemu, aku sayang kamu. Sungguh.


Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Older Posts

About me

Hello everyone thanks for visiting my blog, my name is Deva Oktavianingtyas. I'm 27 years old.

Please email me at devaoktavianingtyas@gmail.com

Instagram : @devaoktaaa

Thank you and I hope you enjoy reading my posts!

Living with OILY ACNE PRONE & SENSITIVE SKIN ~

Labels

  • Acne Story
  • AL♥
  • Asi Booster
  • Baby Journey
  • Baby Stuff
  • Beauty Talk
  • Cafe Hits Malang
  • Carousell
  • DEAL Journey
  • Happy Family
  • Honeymoon
  • Info Malang
  • Journey
  • Kuliner Malang
  • MPASI
  • Pregnancy
  • Racun by devaoktaaa
  • Sajak
  • Skincare
  • Story
  • Tips
  • Travelling
  • Wedding Preparation

Blog Archive

  • ▼  2023 (11)
    • ▼  September (1)
      • Barenbliss Caramel Frost Renewing Lip Scrub
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2022 (28)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (33)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (68)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (14)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2019 (86)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2018 (30)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (20)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2016 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (16)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (22)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me

Follow My Twitter

Tweets by devaoktaaa

Created with by ThemeXpose