Deva


Dulu tuh aku paling rajin pake sheetmask, minimal banget nih seminggu sekali. Biar calming nih wajah, karena wajah juga butuh healing. Tiap hari ditatar pakai sunscreen bedak makeup dll, wajib banget hukumnya untuk cooling down.

Salah satu sheetmask favorite aku adalah SNP. Apalagi yg birdnest tuh juara banget! Kali ini aku cobain yang variant jahe. Dari awal mau apply diwajah udah negthink, cocok gak ya wajahku yang super duper sensitif ini pake sheetmask "jahe". Dibayangan aku nih kayak wajah bakal kerasa panas wkwk. Tapi jangan berandai-andai, sheetmask sudah didepan mata mari kita coba~

Jangan lupa sebelum pake sheetmask dimasukin kulkas dulu biar adem!

Pas dibuka sisa essencenya gak terlalu melimpah, tapi cukuplah buat ditaruh leher biar lehernya gak iri wajahnya dipakein sheetmask wkwk.

Ukuran sheetmasknya pas, biasanya ada tuh yang kegedean atau kekecilan pas dipake.

Setelah 5 menit pakai berasa wajah "burn" seperti dugaan aku. Deg-deg-an nih, lanjut apa engga yaa?

Bismillah lanjut semoga gak merah merah nih wajah setelah pakai sheetmask.

Aku pakai selama 15 menit, rasa "burn"nya lama kelamaan berkurang dan hilang. Setelah pemakaian juga Alhamdulillah gaada efek kemerahan seperti yang aku takutkan tapi diwajah aku kurang berasa efek menenangkannya, melembabkannya juga so so aja.

Untuk harga 16.500 dan kulit wajah yang baik baik aja ini oke, worth to try lah. Tapi aku kurang merekomendasikan sheetmask "jahe" ini untuk kulit sensitif dan berjerawat. 

Kalau untuk kulit sensitif dan berjerawat coba pilih varian sheetmask SNP yang lain, yang birdnest dan diamond sheetmask tuh mantul. 













Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Claim :

- Membersihkan debu, kotoran, & minyak berlebih pada kulit
- Menenangkan kulit kembali 
- Menjaga kulit lebih cerah dan halus
- Meminimalisasi terjadinya reaksi sensitisasi 
- Membantu mencegah kondisi akibat mantel asam yang rusak seperti jerawat, eksim, & keriput

Hero Ingredients:
- Japanese Mugwort: mengatasi kemerahan & radang, serta memperkuat lapisan pelindung kulit
- Tea Tree: melawan bakteri penyebab jerawat & menjadikan kulit halus
- Centella Asiatica: membantu meredakan iritasi ringan, menjaga kelembaban, & elastisitas kulit.
- Calendula Officinalis: melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV & polusi
- Peppermint: memberikan sensasi dingin, menenangkan iritasi, dan peradangan akibat jerawat

Jenis kulit: semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif

Low pH Gentle Jelly Cleanser
pH Balancer gentle cleanser
- Non-stripping & gentle menyeimbangkan pH kulit
- Formulasi vegan, sensasi fresh & tidak kering
- Mengandung mugwort yang meredakan kemerahan
- Membersihkan kotoran & minyak berlebih di wajah
- Cocok untuk kulit sensitif & berjerawat

Pembersih wajah yang diformulasikan dengan bahan yang sangat gentle. No SLS & No PEG. Teruji klinis dapat menyeimbangkan pH kulit, menenangkan kulit kembali, membersihkan kotoran & sebum yang berlebih tanpa membuat kulit kering, tertarik dan merusak barrier kulit.

Your skin will love this because it’s:
* Halal
* pH 5-6 (tingkat keasamannya netral sehingga aman untuk kulit sensitif)
* Vegan Friendly
* Dermatologist Tested
* Moisture Lock
* Suitable for Acne Prone + Sensitive Skin
* Suitable for Teenager (boleh dipakai dari umur 11 tahun keatas)

Netto :
100ml

Price :
99.000

Where to buy ?
Official Store Shopee

Ingredients :
Water, Potassium Laureth Phosphate, Glycerin, Potassium Cocoyl Glutamate, Acrylates/C10-30 , Alkyl Acrylate Crosspolymer, Butylene Glycol, Centella Asiatica Leaf Water, Caprylic/Capric, Triglyceride, Aspartic Acid, Caprylyl Glycol, Sodium Cocoyl Glutamate, 1,2-Hexanediol, Lauryl, Hydroxysultaine, Coco-Glucoside, Polyglyceryl-10 Laurate, Polyglyceryl-10 Myristate, Glyceryl, Caprylate, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil, Sodium Cocoyl Isethionate, Disodium EDTA, Calendula Officinalis Flower Extract, Mentha Piperita (Peppermint) Oil, Quillaja, Saponaria Bark Extract, Artemisia Capillaris Extract

Packaging :





Texture :

How to use ?
1. Basuh wajah dengan air
2. Tuangkan cleanser sebesar kacang almond ke telapak tangan
3. Gosok perlahan & balurkan ke seluruh wajah dengan gerakan memutar selama 10 detik, bilas lalu keringkan
4. Dapat digunakan pada pagi dan malam hari

Final Thoughts :
Huwaaaaa akutu anaknya kalo udah cocok sama 1 facial wash yauda repurchase sampe puluhan kali soalnya mukaku ini susah pwol cocok sama skincare jadi kalo udah cocok yauda tydac akan berpindah ke lain hati. Tapi kali terpaksa harus mencari facial wash baru kare facial washku yg lama baru restock bulan depan karena kendala produksi apalah itu. Aku gaada spare stock dan yg sisanya ini tinggal dikit. Mau gamau harus search facial wash baru yg kemungkinan cocok sama mukaku. Cari yang ingredientsnya aman for sensitive skin, no alcohol no sls no fragerence. Sempet kepikiran balik lagi ke COSRX tapi kepo pengen coba coba yg lain, cari yang lebih murah wkwk.

Setelah searching berhari-hari pilihanku jatuh kepada Somethinc Cleanser. Sejauh yang aku cari tau, dari segi formula dia mirip banget sama COSRX. No alcohol no sls no fragerence, jadi berharap banget bakalan cocok.

Alhamdulillah ada travel sizenya, cobain beli yang kecil dulu. Biar kalo gak cocok gak rugi rugi amat.

Pas dateng kaget, kecil pwoool sangat sangat travel friendly wkwk. 

Besoknya karena facial wash ku udah habis langsung ku cobain deh. Pas dituang ke tangan bener bener mirip sama COSRX, dari segi tekstur bau dll mirip banget. Bismillah semoga cocok.

Facial wash Somethinc ini bukan tipe facial wash yang menghasilkan banyak busa ya, which is bagus jadi gak bikin kulit kering. 

Instruksi pemakaiannya sih pakenya sedikit aja, tapi aku gak lego harus 2x lipatnya baru berasa bersih.

Selama hampir 2 minggu aku pakai Alhamdulillah gaada efek samping yang buruk, setelah cuci muka berasa wajah bersih tapi gaada efek ketarik dan bikin kering.

So far so good Alhamdulillah, bakalan repurchase yang full size.

Rating :
9.5/10

Repurchase ?
YES!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Claim :
Oriflame Milk & Honey Gold Hand Cream untuk menjagan kelembaban kulit tangan.

Netto :
75gr

Price :
49.900

Where to buy ?
Oriflame Agent terdekat

Ingredients :
Aqua, Glycerin, Butyrospermim, Parkii Butter, Caprylic/Capric Triglyceride, Stearyl Alcohol, Cetyl Alcohol, Dimethicone, Glyceryl Stearate, Peg-100% Stearate, Carbomer, Imidazolidinyl Urea, Methylparaben, Ceteareth-20, Parfum, Propylparaben, Stearic Acid, Palmitic Acid, Linalool, Sodium Hydroxide, Hexyl Cinnamal, Citronellol, Hydroxycitronellal, Arachidic Acid, Lauric Acid, Myristic Acid, Mel, Sine Adipe Lac, Phenoxyethanol, CI 14700, CI 47005. 

Packaging :



Texture :

How to use ?
Tuang pada telapak tangan secukupnya, ratakan ke seluruh telapak hingga punggung tangan.

Final Thoughts :
Selama bulan Ramadhan tuh kayaknya seluruh badan jadi kering yaa. Terutama tangan dan bibir. Untuk perawatan tangan kayaknya kalo cuma body lotion gak ngatasi deh makanya aku cari cara lain biar tanganku tetep lembab dan lembut saat bulan Ramadhan.

Akhirnya aku cobain beli handcreamnya Oriflame karena kebetulan temen aku jual. Aku beli yang Oriflame Milk & Honey Gold Hand Cream. Untuk harga 40ribuan sih ini worth it. Karena wanginya enak banget, dulu aku pake bodycream varian ini juga soalnya jadi udah tau kalo wanginya mantul.

Pas diapply ditangan langsung berasa lembab dan lembutnya. Lembab dan lembutnya juga tahan lama banget ditambah lagi wanginya tahan lama.

Mantap jayaaa!!

Rating :
9.5/10

Repurchase ?
YES!

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Claim :

Toner dengan formula yang kental memberikan kelembapan untuk kulit. Mengandung 5 lapis Hyaluronic Acid dan 6 jenis Peptides sehingga menutrisi kulit hingga ke lapisan dalam. 

Manfaat SNP Peptaronic Toner :
- Menyeimbangkan kadar minyak yang berlebih di kulit 
- Memberikan kelembapan kulit tanpa terasa lengket
BPOM: NA26190105913

Netto :
320ml

Price :
160.000

Where to buy ?
Shopee: https://shopee.co.id/snpofficialshop
Tokopedia: https://www.tokopedia.com/snpofficialstore
Lazada: https://www.lazada.co.id/shop/snp/

Ingredients :
Water, Glycerin, Propylene Glycol, 1,2-Hexanediol, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Carbomer, Arginine, Hydroxyethylcellulose, Ethylhexylglycerin, Fragrance, Disodium EDTA, Pentylene Glycol, Xanthan Gum, Butylene Glycol, Sodium Hyaluronate, Sodium hyaluronate Crosspolymer, Polyglyceryl-10 Laurate, Hydrolyzed Collagen, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Hyaluronic Acid, Caprylyl Glycol, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Palmitoyl Pentapeptide-4, Palmitoyl Tripeptide-1, Tripeptide-1, Hexapeptide-9, Hexapeptide-11, Copper Tripeptide-1.

Packaging :














Texture :




How to use ?
1. Bersihkan wajah dengan mencuci muka
2. Tuang toner secukupnya ke telapak tangan
3. Aplikasikan toner ke wajah dengan menggunakan tangan
4. Ratakan toner ke seluruh wajah dan leher dengan cara dipijat perlahan
5. Tepuk-tepuk area wajah dengan pelan hingga toner menyerap ke wajah

Final Thoughts :
Dalam rangkaian skincare, toner tuh sifatnya wajib gaboleh skip. Bahkan dalam basic skincare pun toner harus selalu ada. Fungsi dari toner ini adalah mempersiapkan wajah dan menyeimbangkan ph kulit agar siap menerima layering step skincare selanjutnya. 

Kali ini aku mau review SNP Peptaronic Toner kecintaan banyak beauty enthusiast. Kepo banget karena banyak yang bilang bagus dan worth it. Lets tryyyy!

Dari segi packaging, dikemas dalam botol plastik ukuran 320ml dengan tutup flip top, pilihan yang tepat untuk nge-lock toner agar tidak tumpah. Packagingnya juga simple i like it~

First impression pas dituang ke tangan teksturnya cenderung lebih thick, watery namun sedikit lebih kental tapi pas diapply ke wajah langsung melt dan cepat meresap.

Ada aromanya, me personally sukaa karena aromanya calming. Toner ini memang mengandung parfume tapi ada diurutan terakhir di ingredientsnya jadi ngga mengganggu dan sejauh ini tidak menimbulkan iritasi dikulit aku. 

Tipe toner seperti ini bakal nyaman dan cocok digunakan untuk semua jenis kulit. Namun akan sangat maksimal bekerja dikulit kering karena memberikan efek hydrating yang sangat baik. Kerasa banget pas waktu pertama kali apply bener-bener lembab pwool. Jangan salah lho, meskipun kulit berminyak juga tetap butuh kelembapan supaya kulitnya tidak dehidrasi. Karenaaaa kalo kulitnya dehidrasi bisa bikin skin barrier rusak jadinya breakout dan muncul masalah kulit lainnyaa. Semakin terhidrasi dengan baik kulit wajah akan terlihat semakin sehat, kenyal, dan glowing.

Untuk kulit berminyak dan berjerawat seperti aku apply toner ini gak perlu sampe 2 atau 3 layer; cukup 1 layer aja dan tunggu sampai toner benar-benar meresap baru lanjut ke step skincare selanjutnya agar wajah tidak oily. Kalo untuk kulit kering apply toner ini 2-3 layer dijamin lembab maksimal dan memberikan efek glowing. 

Alhamdulillahnya toner ini cocok untuk pemilik kulit super sensitif seperti aku karena emang ingredientsnya gak aneh-aneh, fokus untuk hydrating. 

Btw, kalian tau ngga? selain untuk kesehatan kulit ingredients Peptides juga bagus banget lho buat anti aging. Meskipun hasilnya memang tidak instan dan tidak hanya mengandalkan 1 produk saja. Namun tidak ada salahnya untuk dicoba sedari dini kan?

Toner ini juga bagus untuk skinprep sebelum menggunakan full makeup. Toner ini tuh berasa kayak "primer" yang bisa bantu ngelock makeup nempel sempurna. Terus yang aku notice juga ada efek glowing yang dihasilkan setelah apply toner ini.

Aku jadi keinget sama tonernya Skintific Hyaluronic Acid. Kedua toner ini sama sama ditujukan untuk kulit kering dan difokuskan untuk menghidrasi kulit. Secara tekstur Skintific Hyaluronic Acid lebih cair dibanding SNP Peptaronic Toner jadi aku lebih prefer SNP ini karena efeknya jauh lebih melembapkan dan bagus untuk jenis base makeup juga supaya lebih nempel.



Untuk packaging, SNP Peptaronic Toner memang kurang travel friendly dibanding Skintific Hyaluronic Acid karena cukup besar dan memakan tempat. Namun tetap bisa diakalin untuk dipindahkan ke jar jika mau dibawa kemana-mana. 

Yang aku suka dari SNP Peptaronic Toner ini isinya lebih banyak jadi lebih hemat, toner ini juga sangat bagus untuk base make up agar make up nempel dan glowing maksimal. Harganya juga sangat affordable. Jadi boleh banget dicobain untuk kalian yang bingung cari toner!

Jangan lupa follow akun resmi SNP Indonesia di Instagram (@snpofficial.id) untuk mengetahui info produk baru, giveaway, dan promo lainnya yaa!

Rating :
9/10

Repurchase ?
YES!!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ditimbun satu setengah tahun lamanya, akhirnya berani posting wkwk. 
Selamat membaca ~ 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Huuuuh, bingung mau cerita darimana yang pasti baca judulnya kagetnya udah setengah hidup.

Menjelang liburan akhir tahun tepatnya saat menjelang hari natal aku emang udah ngerasa masuk angin sampe ngeyel minta pijet padahal seharusnya kalo lagi hamil muda sebaiknya ngga pijet dulu. Tapi karena ngerasa udah ngga enak badan banget dan jadwalku lumayan padet diliburan akhir tahun jadi badanku harus fit mana kan aku lagi susah maem jadi gaboleh sampe drop. Jangan disalah artikan jadwal padet itu liburan yaa, karena ada acara telonan bayi, mau mudik ke kampung halaman mas soalnya udah luama bgt gak kesana, ada foto keluarga yang udah diagendakan lama banget soalnya susah jadi hari yg personilnya lengkap- ya gitu wes pokoknya.

Habis pijet ngerasa agak mendingan, tapi masih muntah sama diare kayaknya aku salah makan sesuatu. Besokannya jadwal foto keluarga dan besoknya lagi ada sahabat aku nikah diluar kota. Aku ngerasa udah lumayan membaik pas keluar kota, dan aku ngga mungkin ngga dateng ke nikahan dia apapun yg terjadi ehee. 

Naah, semua bermula dari H+1 setelah kondangan. Mas Alif tiba-tiba gak enak badan, demam gitu. Saat itu kondisinya badanku udah semakin membaik. Mas langsung di rapid sama mama mertuaku dan Alhamdulillah hasilnya negatif. Tenang dong hatiku, eh besok besokannya Mas masih nggreges dan gabisa cium bau gitu dan akunya ketularan nggreges. Periksa ke mama mertua aku dalam keadaan aku dan Mas lemes parah. Udah dikasi obat, Mas Alifnya radang tenggorokan dan aku nggreges gitu. Tapi saturasi oksigenku sama Mas bagus masih 95 96, suhu badanku juga 36,5 jadi aku merasa baik baik aja. Sorenya sama Mama mertuaku dianterin Rapid Antigen eh ternyata udah tutup di PMI yaudah akhirnya Mas pulang dikeroki dan aku minum vitamin yg dikasi. Pas itu aku masih bisa cium bau bau gitu, aman lah cuma kayak orang nggreges biasa aja. Waktu itu mama mertuaku bilang udah gausa ikut mudik istirahat dulu yauda okee kita manut.

Tgl 31 Desember 2020 ada acara telonan dirumah mamaku, mau gamau aku dan Mas harus kesana dengan kondisi yg masih belum terlalu fit. Akunya makin lemes ditambah lagi makin susah makan. Acara selese jam 11 pagi dan Mas pengen banget ikut mudik karena udah kangen bgt terakhir kesana Idul Adha. Karena emang pengen mudik buat kasitau kabar bahagia kalo aku hamil jadi aku dan Mas ikut mudik, bismillah sehat!

Sampai disana malemnya ada acara bakar jagung gitu, tapi cuma ikut bentar aku udah ngerasa masuk angin jadi aku masuk kamar dan tidur duluan. Oiya pas itu aku udah mulai hilang indra penciuman dan indra perasa, soalnya aku makan jagung manis tapi jagungnya gak berasa apa-apa wkwk.

Tgl 1 & 2 Januari 2021 aku masih disana, kadang lemes kadang engga tapi banyak lemesnya. Tgl 1nya masih aman bisa makan apa aja tgl 2nya udah mulai rewel makan dikit mual. Tapi siangnya makan ikan goreng ngerasa enak banget sampe nambah nambah gitu jadi aku mikirnya I’m okay. Tgl 2 sore pulang dan sepanjang perjalanan aku cuma tidur karena lagi-lagi ngerasa lemes. 

Sampe Malang mampir dulu makan sate, itu udah gak berasa bau asap bakaran sate sama sekali, sate juga rasanya hambar pwol. Sampe rumah kecapekan banget, langsung tidur sampe pagi.

Tgl 3 bangun dengan badan lemas tapi masih harus foto keluarga lagi sama keluarga Mas, sempet nyeletuk ke Mas diundur boleh ngga sih karena waktu itu aku udah bener2 drop. Tapi akhirnya tetep berangkat foto karena udah booking dari jauh-jauh hari gak mungkin cancel dadakan.

Malemnya muntah terus, makan dikit muntah. Berlangsung sampe tgl 4 tgl 5 sampai Mas Alif gak masuk kerja. Mungkin gak tega liat aku yaa, karena malemnya aku nangis sambat badanku sakit semua huuu dasar cengeng.

Dari masuk bulan Januari udah mulai terbesit apa aku kena Covid yaa tapi selalu denial dan mengalihkan pikiran ah paling cuma kecapekan yg super numpuk dan butuh banyak istirahat. Tiap terbesit covid selalu berulang-ulang gitu mindsetku. Padahal harusnya gaboleh sih, semakin cepat tau kan semakin cepat ditangani. Tapi berhubung aku orangnya overthinking jadi aku ngerasa mendingan aku gatau daripada aku stres, aku mikir bayiku :( Please jangan ditiru ya, kalo ada gejala sebaiknya langsung test biar ngga nularin virus ke orang lain apalagi yang serumah sama orangtua atau anak kecil. 

Aku inget banget ada 2 malem yg aku sampe nangis ngeluh ke mas, badanku lemes banget sakit semua. Kuatin aku! Tiap dipeluk dan dikuatin Mas selalu ngerasa aku gapapa aku cuma kecapekan butuh banyaak istirahat. 

Dari kapan hari Mas udah ngajak aku buat Rapid Antigen tapi aku selalu denial sampai akhirnya tgl 5 Januari sore dapet kabar kalo suaminya sahabatku yg nikah positif Covid. DEEGGG aku langsung bangunin Mas. Darisitu aku langsung bertekad oke besok Rapid Antigen. Kebetulan kebarengan jadwal rapid massal dikantornya Mas jadi aku sekalian ikut bayar dewe tapi wkwk

Tgl 6 Januari 2020, jam 11 aku dan Mas sampe di Telkom Medika buat Rapid Antigen. Untuk pertama kalinya aku Rapid langsung Antigen, rasanya geli-geli gitu wkwk. Ngga sakit cuma kayak mau bersin, ya gitu pokoknya. Cepet banget prosesnya tapi nunggu hasilnya baru keluar jam 3 sore. 

Dari jam 12 sampe rumah sampe jam 2 siang aku was was berdoa semoga hasilnya negatif karena kondisiku lagi hamil, aku gamau terjadi apa-apa sama bayiku. Ya biasa lah keparnoan ibu hamil. Udah gamau makan minum digodain mulu sama Mas udah gausa stres. Tapi gatau kenapa udah feeling aja kayaknya hasilku bakalan positif.

Dan yha, dapet whatsapp dari Telkom Medika aku dinyatakan Positif Covid19 dan Mas Alif negatif.

Seketika speechless langsung nangis, aku bilang ke Mas “bayiku gimana? bayiku gapapa kan baik-baik aja kan?” Karena gaada yg tak pikirin selain bayiku pada saat itu, mana kan masih muda banget masih 13w dan aku lagi susah susahnya makan jadi makin gak karuan pikiranku.

Tapi aku bersyukur Mas Alif negatif, karena kalo dipikir kan aku deket banget sama Mas. Apalagi habis libur panjang aku selalu bareng sama dia dari tgl 23 Desember sampe sekarang, apa-apa bareng, sharing makanan minuman, tidur bareng. Alhamdulillah Mas Alif negatif dan bisa jagain aku nguatin aku.

Mas Alif mencoba menenangkan dan aku tetep nangis, ngerasa bersalah kenapa pas hamiiiil :( Gak mungkin orang dinyatakan positif Covid ngga nangis ngga bingung tuh ngga mungkin, pasti kaget sedih kalut amburadul. Bingung juga nanti kalo ngabarin mamaku mamaku pasti kepikiran pasti sedih, duh wes gak karukaruan pokoknya kalut pwol.

Sampe akhirnya Mas telp ke mama mertuaku dan nanya aku harus apa, aku udah yg gabisa ngomong. Sama mama mertuaku suruh minum vitamin C + vitamin hamil + rajin pake Betadine kumur + banyak minum air anget + makan buah dan sayur. Pokoknya aku gaboleh sampe drop, harus dikit-dikit makan. Harus happy, berdoa dan pasrah sama Allah.

Aku sama Mas cuma tinggal berdua disini, dan Mas nanya gimana kalo tinggal serumah. Kata Mama mertuaku gapapa asal sama sama pake masker medis. Buang masker medisnya juga jangan sembarangan, harus direndem dulu pake detegren dibilas baru dibuang biar gak menular ke lingkungan sekitar. Harus pisah kamar, berhubung rumahnya tingkat jadi kita LDR dulu atas bawah. 

Malemnya setelah tau hasilnya positif, Mas langsung kerumah mama mertua buat ambil vitamin sampe disana diwanti-wanti banyak hal. Mulai dari aku gaboleh kontak fisik dulu sama Mas, dirumah harus tetep pake masker, kamar mandinya gaboleh jadi 1 kalo bisa, tempat makan minum segala macem kudu dipisahin. Menghindari kontak lah pokoknya. Sirkulasi udara dirumah juga harus bagus biar gak mulek disitu situ aja virusnya.

Eh btw, aku juga langsung dihubungin sama PJ Covid dari Puskesmas terdekat malem itu- ditanya-tanyain gitu, dimintai data- FC KTP dan KK, dimintai hasil Rapid Antigen, ditanyain serumah berapa orang karena aku cuma berdua sama Mas dan hasil Rapid Antigen Mas negatif aku dihimbau untuk isolasi di Safe House. 

Aku menolak dengan baik isolasi di Safe House karena aku ngerasa aku tergolong gejala ringan, aku yakin bisa sembuh dengan isolasi mandiri dirumah. Aku takut ngga nyaman gitu campur sama orang-orang lain yang aku ngga kenal, mana lagi hamil juga takutnya akunya rewel makin stress makin lama pulihnya. Aku juga nanya ke mertua aku dan mertua aku bilang udah isolasi dirumah aja daripada di Safe House ngga nyaman. Aku meyakinkan ke Mbaknya gitulah pokoknya, aku bilang kalo lagi hamil muda blablabla dan aku bilang kebetulan mertuaku bidan jadi aku dipantau terus perkembangannya. Yauda akhirnya diijinkan sama Mbaknya Alhamdulillah. Oiya dari pihak puskesmas terdekat aku gak dikasi obat apapun ya, aku ngga minta sih tapi ngga ditawarin juga gitulo. Aku juga ngga ditawarin Swab PCR gratis kayak yang temen-temenku bilang kalo Rapid Antigen positif biasanya langsung dijadwalin PCR gratis dari puskemas.

Huuuuh lanjuut, untuk pertama kalinya setelah menikah serumah tapi gak bobo bareng dan dibatasi komunikasi dan kontaknya. Ya berhubung aku anaknya mellow jadi auto nangis mulu, bah gak ngurus dibilang cengeng dibilang lebay kan udah sah suami istri wkwk. Mungkin karena masih kaget, butuh ditenangkan dan dikuatkan. Butuh dipeluk-peluk biar gak galau wkwk.

Siapa nanti yg ngusuk + pijetin aku sebelum tidur? Mana aku i kangenan sama Mas, ditinggal ambil vitamin aja rumah langsung berasa sepi wkwk. Mas juga biasanya tiba-tiba pelukin aku, mijetin aku, makan bareng sambil ngobrol, aku gangguin dia liat anime. Skrg langsung berasa kayak lagi ngambek-ngambekan tidur atas bawah wkwk.

Semaleman aku gabisa tidur baru bisa tidur jam 4 pagi karena lagi kalut dan karena aku gaberani bobo sendiri wkwk. Aku emang penakut anaknya padahal dah hampir 25th. Ojo diguyu ya netijen~

Hari kedua setelah dinyatakan positif aku udah lebih tenang meskipun kadang nangis bombay karepe dewe, yg bikin sedih tuh karena biasanya pagi pagi dipeluk mas bisa ngobrol ngapangapain bareng ini serumah tapi gabisa interaksi rasanya kesiksa pol :( kan biasanya kalo LDM mas kerja aku di Mlg kan emang pure gak ketemu jadi udah kebiasa, kalo ini rasanya aduhay, iso nyawang tapi raiso cubit-cubit manja wkwk. Karena semenjak hamil ngalemku ke Mas meningkat 1000% jadi berasa banget kesiksanya. 

Alhamdulillah hari kedua udah ngga muntah, udah mulai bisa makan lebih banyak, badan udah ngga selemes sebelumnya. Siangnya berjemur meskipun mataharinya malu-malu. 

Aku selalu berusaha untuk memberikan afirmasi positif ke aku dan bayiku, aku berusaha dan harus kuat untuk bayiku. Selalu ajakin ngomong si bayi kalo kita harus berjuang sama-sama. Ya meskipun ngga selalu sekuat itu sih, tapi minimal berusaha. Biar cepet pulih!

Meskipun pada malam kedua aku tetep gabisa tidur, padahal Mas nemenin aku diatas dia ngga tidur sampe aku tidur, dia youtubean, dia bersuara biar aku tenang tapi ya tetep suwusah. Beberapa kali dia turun ke kamar mandi sambil ngintipin aku dari jendela dan mastiin aku udah bobo ternyata belum bobo bobo juga sampe jam 2 pagi. 

Terus langsung divideo call suruh aku cepet bobo dan aku bilang, “aku mau bobo ditemenin kamu” terus Mas bilang “makanya cepet sembuh biar gak bobo sendirian lagi”. Terus tiba tiba termotivasi gitulo, aku kudu cepet pulih biar gak jauh-jauhan lagi sama Mas! Seketika memeremkan diri maksa buat tidur.

Netijen, maafkan kalo tulisan ini dirasa mengandung banyak ke-cringe-an apa gimana, ini akan jadi pengingat buat aku yang nanti bisa aku ceritain ke anak-anakku. Gimana aku dan suamiku berjuang! Kalo misal ngerasa duh kok alay apa gimana boleh langsung close aja, okay?

Lanjut hari ke 3 setelah dinyatakan + Covid19 tepatnya tgl 8 Januari 2020 keadaanku semakin semakin semakin membaik Alhamdulillah. Udah bisa aktivitas seperti biasanya, udah ngga lemes. Karena gabisa kemana mana skrg tiap hari dikirimin makanan sama mertua aku, huuuu terharu jadinya sungkan :( Jam 10:00-10:30 aku rutin berjemur, paginya minum vitamin hamil siangnya minum vitamin C, sering makan meskipun sedikit sedikit. Dan malam ini indra penciumanku udah mulai berfungsi, so happyyyy.

Sampai detik ini orangtuaku belum tau kalo aku + Covid. Dan memang disarankan begitu sama mertua aku. Aku cuma cerita ke kakakku aja, kakakku pun juga kaget waktu aku kabarin. Mamaku orangnya overthinking parah, jauh lebih overthinking ketimbang aku. Karena mama papaku udah usia lanjut dan mamaku punya comorbid aku takut banget kalo mereka khawatir, ditambah lagi aku sedang hamil. Aku takut mereka jadi kepikiran dan mereka jadi sakit takutnya kesugesti dll. Demi kebaikan mereka aku berusaha mencari 1001 alasan untuk 2 minggu ngga kerumah sana wkwk. Waktu lemes awal awal kalo lagi ditelp mama aku selalu bersuara seperti aku sedang sehat dan baik-baik aja. Ya meskipun aku tau dan yakin sedikit banyak mereka pasti punya feeling tapi sebaiknya mereka engga tau dulu, urusan ntar aku udah sembuh bakal aku kasitau atau engga itu dipikir belakangan.

Selama isolasi mandiri dirumah, aku banyak menghabiskan waktu dikamar sampe makan pun dikamar.

Banyak yg nguatin, ngasi support, ngasi semangat, ngingetin buat selalu jaga pola pikir biar happy biar ngga stress. Aku harus kuat demi baby!

Hari-hari berjalan seperti biasa, sedih pol karena gabisa deket-deket Mas Alif wkwk. Sampai akhirnya jadwal Swab PCRku keluar, Alhamdulillah free dibiayain kantornya Mas.

Kamis, 14 Januari 2020 jam 10 pagi aku Swab PCR di Prodia, berangkat dengan penuh keyakinan kalo aku udah sehat dan negatif Covid- kan Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Karena pake jalur khusus jadi gak pake ngantri, nunggu 5 menit terus giliran aku Swab. Aku minta mas buat ngevideoin pas aku Swab eh tapi gaboleh wkwk, Mas cuma boleh liat aja dan aku masuk ke sebuah bilik gitu. Emm entah kenapa pas ambil lendir dihidung kali ini lebih sakit dari yang Antigen kemaren sampe uhuk uhuk berkali kali. Selesai hidung kiri lanjut tenggorokan, yang ditenggorokan ini gak berasa sakit yang gimana gitu. 

Kukira hasilnya langsung keluar hari itu juga, ternyata harus nunggu 4 hari lagi. Okee 4 hari aku bobo sendiri lagi, harus nunggu lagi buat ketemu orangtua karena udah kangen banget :( 

Hasil Swab PCR keluar, dan sedihnya masih positif dengan CT 28. Padahal kondisi badanku udah gapapa gaada gejala meskipun indra penciuman belum balik 100% tapi indra perasaku udah normal udah bisa ngerasain makan enak.

Aku langsung kabarin mama mertua aku katanya kalo masih positif tapi tanpa gejala harus isolasi mandiri lagi selama 10 hari. Setelah 10 hari ngga usah PCR/Antigen lagi sesuai PerMenKes yang terbaru. 

Okee, inhale exhale...

Sabar 10 hari lagi ya, aku udah kangen pengen peluk Mas, udah kangen sama orangtua, huuuuuuh. Gaboleh ngeluh, harus kuat dan gaboleh stress.

Dibikin happy aja yuk?

10 hari terlalu berlalu, hari ke 8 Mas Rapid Antigen dan hasilnya Alhamdulillah negatif jadi Mas harus balik ke Pasuruan. Sedihnya bukan main, kaget juga hampir sebulan ditemenin dirumah terus tiba-tiba ditinggal kerja wkwk. Yang bikin makin sedih ada 2 malam dimana aku harus tidur dirumah sendiri. Ya seperti kalian tau aku orangnya penakut wkwk, 2 malem aku gabisa bobo nyenyak tiap jam kebangun, siangnya sepi banget dirumah :(

Hari ke 11 dimana seharusnya aku udah bisa kerumah mama karena udah kangen pol ada tragedi. Pak RW setempat dirumah mama datengin rumah pagi-pagi, papaku kaget ada apa karena Pak RW dapet message dari PKM Gribig suruh mantau kesehatan atas nama Deva Oktavianingtyas. Aku langsung di Whatspapo pagi-pagi dan ditelp tapi gak aku angkat soalnya kaget dan bingung mau jawab apa, karena selama ini orangtuaku gatau kalo aku sempet positif covid. Gimana ceritanya PKM Gribig tau sementara waktu Rapid dan SWAB aku gak mencantumkan alamat Sawojajar. Karena emang aku udah pisah KK dan pindah domisili, langsung gupuh karena papaku sampe dihubungi langsung sama PKM Gribig. Untungnya papaku bilang ke Pak RW kalo aku udah ngga tinggal disitu, waktu ditelp PKM Gribig juga bapakku langsung kasi nomerku.

Beberapa menit kemudian pihak PKM Gribig menghubungi aku dan konfirmasi, aku ceritain detail kronologinya. Dan aku nanya kenapa bisa PKM Gribig tau karena waktu Swab aku ngga nulis alamat Sawojajar. Ternyata dari Prodia tempat aku test kasi data nama lengkap aja tanpa no HP dan alamat, dan PKM Gribig tracing namaku ternyata ketemunya alamat lama. Terakhir aku konfirmasi apakah si mbaknya bilang ke Pak RW dan  papaku kalo aku positif Covid dan Alhamdulillahnya engga. Jadi mbaknya cuma tau kalo aku habis Swab PCR tapi gatau hasilnya positif atau negatif cuma mau memastikan kondisi kesehatan aja. 

Huuuuh untungyaa, huru hara ini berakhir meskipun bikin mama papaku sedikit cemas. Yang bikin khawatir nih soalnya si Pak RW agak agak gimana gitu sama “Covid”, waktu itu ada tetanggaku yang meninggal dan belum tentu Covid aja urusannya jadi panjang sampe keluarga yang ditinggalkan merasa dikucilkan karena dianggap penyebar virus lah blablabla.

Dilingkungan itu aku ngerasa kalo kena Covid adalah aib. Yang aku khawatirkan saat semisal Pak RW tau adalah semua makin panjang dan berdampak ke orangtuaku yang akan dikucilkan. Padahal orang-orang yang positif Covid butuh support, butuh disemangatin dan dibikin happy biar imunnya gak turun dan semakin drop. Siapa sih yang mau kena Covid? Gaada kan? 

Yuk sama-sama open minded! 

Kalo diitung udah hampir sebulan nih isolasi mandiri, gara-gara huru hara dirumah Sawojajar akhirnya aku Rapid Antigen. Alhamdulillah punya mama mertua yang luaaaarrrr biasa baik, sumpah yaa selalu support, bantu kasi obat, makanan, saran dll. Rapid Antigen pun dibantu jadi lebih cepet (dan gratis wkwk) dan Alhamdulillah hasilnya sudah negatif.

Setelah dinyatakan negatif COVID-19 aku lega dan bersyukur, tidak lupa untuk semakin patuh sama protokol kesehatan. Tapi setelah positif Covid semua emang ngga akan pernah sama lagi, aku jadi gampang kecapekan, gampang engap, ditambah lagi pas kondisi hamil dan punya asam lambung jadi kadang ngerasa sesek. Jalan jalan agak jauh dikit bisa yang tiba-tiba lemes. Ngga berani pergi jauh jauh karena takut tiba-tiba pingsan ditengah jalan wkwk. Udah gak dibolehin pergi pergi sendiri sama Mas karena beberapa kali tiba-tiba lemes aku pucet banget mengkhawatirkan. 

Kalo kata mama mertuaku, misal dirontgen tuh paru-paru udah ada “cacatnya” kalo udah pernah Covid. Tapi kalo masalah gampang capek dan lemes InshaAllah perlahan akan pulih asal terus dilatih.

Stay safe kalian semua diluar sana! Patuhi protokol kesehatan, jaga kesehatan dan jaga imun biar ngga sampe drop. 

Untuk kalian semua diluar sana yang baru dinyatakan positif COVID-19, aku tau pasti rasanya campur aduk. Stress, nangis, bingung- gapapa, tapi sebentar aja yaa! Kalian harus bangkit, pola pikir yang bikin kalian cepet pulih. Kalian harus berusaha sekuat tenaga untuk happy, makan makanan enak dan bergizi untuk membangkitkan mood. Jauhi hal-hal yang bikin kalian sedih.

Semoga COVID-19 segera berakhir dan dunia kembali seperti semestinya!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

Hello everyone thanks for visiting my blog, my name is Deva Oktavianingtyas. I'm 27 years old.

Please email me at devaoktavianingtyas@gmail.com

Instagram : @devaoktaaa

Thank you and I hope you enjoy reading my posts!

Living with OILY ACNE PRONE & SENSITIVE SKIN ~

Labels

  • Acne Story
  • AL♥
  • Asi Booster
  • Baby Journey
  • Baby Stuff
  • Beauty Talk
  • Cafe Hits Malang
  • Carousell
  • DEAL Journey
  • Happy Family
  • Honeymoon
  • Info Malang
  • Journey
  • Kuliner Malang
  • MPASI
  • Pregnancy
  • Racun by devaoktaaa
  • Sajak
  • Skincare
  • Story
  • Tips
  • Travelling
  • Wedding Preparation

Blog Archive

  • ▼  2023 (11)
    • ▼  September (1)
      • Barenbliss Caramel Frost Renewing Lip Scrub
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2022 (28)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (33)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2020 (68)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (14)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2019 (86)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2018 (30)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2017 (20)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2016 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (16)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (22)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me

Follow My Twitter

Tweets by devaoktaaa

Created with by ThemeXpose